Bangkalan – Keberhasilan cabang olahraga (cabor) akuatik Kabupaten Bangkalan meraih sembilan medali emas dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 menjadi suntikan motivasi bagi kontingen lainnya. Prestasi tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat atlet Bangkalan untuk bersaing dan menorehkan hasil terbaik di cabang olahraga lain.
Hingga berakhirnya pertandingan akuatik di Kolam Renang Dispora Jawa Timur, Minggu (1/11/2026), kontingen Bangkalan berhasil mengumpulkan 17 medali. Rinciannya, sembilan medali emas, lima perak, dan tiga perunggu.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet pelajar di Bangkalan mampu melahirkan talenta yang kompetitif di tingkat provinsi. Selama tiga hari pertandingan, para atlet menunjukkan kemampuan dan daya saing melalui sejumlah nomor perlombaan.
Pada hari terakhir, Satria Dwi Candra menyumbangkan medali emas dari nomor 1.500 meter gaya bebas putra. Sementara Muhammad Haidar Pradita meraih medali perak pada nomor yang sama.
Dua medali perak lainnya diperoleh Akhmad Javier Hamid pada nomor 100 meter gaya punggung putra dan Layjain Amirah Kultsum pada nomor 100 meter gaya punggung putri.
Bangkalan juga memastikan tambahan medali emas dari nomor 400 meter gaya ganti estafet putra. Tim yang diperkuat Akhmad Javier Hamid, Bayu Zakariya Maranta Putra, Akhmad Javaz Hamid, dan Akhmad Jibra Hamid berhasil finis di posisi pertama.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan, Moawi Arifin, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah memberikan hasil terbaik bagi daerah. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi cabor akuatik, melainkan juga harus menjadi motivasi bagi seluruh kontingen Bangkalan.
“Prestasi ini menjadi pelecut semangat bagi cabang olahraga lainnya yang saat ini juga tengah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Bangkalan di ajang POPDA XV Jawa Timur 2026, baik di Surabaya maupun Ngawi,” ujar Moawi.
Ia berharap keberhasilan atlet akuatik dapat mendorong atlet dari cabang olahraga lain untuk semakin percaya diri menghadapi lawan. Dengan persiapan dan semangat juang yang maksimal, kontingen Bangkalan diharapkan mampu menambah perolehan medali hingga berakhirnya kompetisi pada 11 November mendatang.
Moawi menegaskan, pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga. Kerja keras dan kedisiplinan menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi secara berkelanjutan.
“Kami berharap capaian ini bisa memotivasi seluruh atlet untuk terus berjuang, memberikan penampilan terbaik, dan meraih prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bangkalan,” tegasnya.
Dengan berakhirnya pertandingan akuatik, perhatian kini tertuju pada perjuangan atlet Bangkalan di cabang olahraga lainnya. Perolehan 17 medali dari akuatik menjadi modal awal sekaligus dorongan moral bagi kontingen untuk terus bersaing dalam POPDA XV Jawa Timur 2026.






