SPPG Trunojoyo Hadir, Bupati Bangkalan Tekankan Dampak Gizi dan Ekonomi Masyarakat

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menyerahkan Potongan Tumpeng kepada Kepala SPPG Trunojoyo

Bangkalan - Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Trunojoyo di Desa Buluh, Kecamatan Socah resmi dilaunching oleh Bupati Bangkalan.

Keberadaanya diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi desa. Hal itu diungkapkan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat melaunching SPPG Trunojoyo, Selasa (20/1/2026).

Bupati Lukman Hakim menilai, SPPG Trunojoyo memiliki potensi besar dalam menciptakan ekosistem ekonomi baru berbasis desa.

Mulai dari penyerapan hasil pertanian lokal, pembukaan lapangan kerja, hingga peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.

“SPPG ini kami dorong bukan hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi masyarakat desa. Petani, tenaga kerja lokal, hingga pelaku usaha kecil bisa ikut terlibat,” ujar Lukman Hakim.

Menurutnya, pola kerja SPPG yang terintegrasi memungkinkan petani menjual hasil panennya secara langsung, seperti beras dan komoditas pertanian lainnya, tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus memperkuat ekonomi desa.

“Kalau bahan pangan diambil dari petani lokal, maka perputaran ekonomi terjadi di desa itu sendiri. Ini yang ingin kita bangun,” jelasnya.

Selain mendukung sektor pertanian, operasional SPPG Trunojoyo juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Tenaga dapur, distribusi, hingga pengelolaan layanan gizi sebagian besar melibatkan masyarakat lokal, khususnya dari Kecamatan Socah.

Bupati menegaskan, model SPPG seperti ini dapat direplikasi di kecamatan lain sebagai solusi terpadu antara peningkatan gizi, pengurangan pengangguran, dan penguatan ekonomi berbasis desa.

“Program ini menjawab banyak persoalan sekaligus. Gizi terpenuhi, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi desa bergerak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Trunojoyo, Masfino Dwika Imanda, menyampaikan bahwa dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berada di bawah naungan Yayasan Rumah Juang Elang Emas. Pada tahap awal, SPPG Trunojoyo menargetkan pelayanan kepada 1.200 penerima manfaat.

“Di minggu pertama ini kami akan melayani sekitar 1.200 penerima manfaat. Kami berkomitmen menjalankan operasional sesuai standar prosedur yang berlaku,” ungkap Masfino.

Ia berharap, keberadaan SPPG Trunojoyo dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun kesejahteraan ekonomi, serta menjadi contoh layanan pemenuhan gizi yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar