Bangkalan - DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bangkalan mulai mempercepat regenerasi politik internal dengan memberi ruang lebih besar kepada generasi muda dalam struktur kepengurusan partai.
Langkah itu ditandai dengan keterlibatan minimal 30 persen kalangan muda di jajaran pengurus partai tingkat kecamatan.
Ketua DPC PDIP Bangkalan sekaligus Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menilai regenerasi menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi perubahan demografi dan dinamika politik menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pendukung politik, tetapi juga harus mulai disiapkan menjadi pengambil keputusan di masa depan.
“Ke depan anak muda akan mendominasi. Karena itu mereka harus mulai dilibatkan dalam proses politik dan disiapkan menjadi pemimpin strategis,” ujar Lukman usai pelantikan serentak Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP se-Bangkalan Sabtu (16/05) di Gedung Rato Ebuh.
Ia menjelaskan, keberadaan anak muda dalam struktur partai diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan kebijakan yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, khususnya kelompok Gen Z yang diproyeksikan menjadi kekuatan dominan pada 2045.
Meski membuka ruang besar bagi kader muda, PDIP Bangkalan tetap mempertahankan pola politik berbasis kultur masyarakat Madura yang dekat dengan tokoh agama dan pesantren.
Lukman menegaskan, hubungan dengan ulama dan masyarakat akar rumput tetap menjadi fondasi utama gerakan politik partai.
Menurut dia, setiap langkah politik yang dijalankan partai selama ini selalu dibangun melalui komunikasi dengan masyarakat serta pertimbangan dari kalangan pesantren dan para kiai.
“Politik kita tetap bersama rakyat dan ulama. Itu yang terus dijaga,” katanya.
Lukman juga memastikan proses regenerasi berjalan tanpa memutus peran kader senior. Sejumlah kader lama tetap ditempatkan dalam kepengurusan di tingkat bawah guna mendampingi pengurus baru dan menjaga kesinambungan organisasi.
Saat ini PDIP Bangkalan memiliki 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) yang tersebar di seluruh kecamatan dan menjadi ujung tombak konsolidasi politik partai.
Selain fokus pada kaderisasi, partai berlambang banteng tersebut juga mulai memetakan wilayah prioritas untuk penguatan basis suara menjelang agenda politik mendatang.
Salah satu daerah yang menjadi perhatian ialah Kecamatan Kokop, yang sebelumnya pernah menjadi kantong suara PDIP di tingkat legislatif.
“Kita ingin keterwakilan dari Kokop bisa kembali,” ujar Lukman.






