Selain menjadi alternatif transportasi, reaktivasi jalur kereta juga dinilai berpotensi mendukung mobilitas masyarakat, perdagangan, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi kawasan.
Lanjut Abdul Holik, Kereta api pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Madura pada masanya. Moda transportasi ini bahkan sempat menjadi penghubung antardaerah yang membantu mobilitas warga serta distribusi berbagai kebutuhan di Pulau Garam.
“Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola transportasi masyarakat, keberadaan kereta api di Madura perlahan mulai ditinggalkan. Meski kini jejaknya banyak yang sudah hilang, cerita tentang jalur rel dan stasiun tua di Madura masih menjadi bagian dari sejarah transportasi yang menarik untuk dikenang”pungkasnya.
Holik berharap Pemprov Jatim tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi juga membuka informasi secara transparan mengenai sejauh mana proses reaktivasi telah berjalan, termasuk hasil kajian, sumber pendanaan, persoalan aset dan lahan, hingga target waktu pelaksanaan.
DPC Madas Sedarah Sampang, lanjutnya, siap mengawal aspirasi masyarakat Madura agar rencana tersebut tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.
โKami bukan sekadar mengkritik. Kami ingin pemerintah segera memberikan kepastian dan bekerja bersama masyarakat untuk mewujudkan transportasi kereta api di Madura. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan masa depan konektivitas Pulau Madura,โ pungkasnya.






