Keputusan Kontroversial, Mental Down: Madura United Runtuh di Sleman

Jumpa pers Madura United usai dikalahkan PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo, Jumat (27/12/2024). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

OlahragaMadura United kembali menelan pil pahit setelah kalah telak 0-4 dari PSS Sleman dalam laga Liga 1. Kekalahan ini menambah derita Laskar Sape Kerrab yang masih terjebak di dasar klasemen dengan hanya 9 poin dari 17 laga.

Namun, sorotan utama datang dari insiden di menit-menit awal pertandingan yang dinilai menjadi pemicu utama terpuruknya mental pemain Madura United.

Caretaker Madura United, Rahmat Basuki, mengungkapkan bahwa gol cepat yang dicetak Maxuel pada menit ke-3, tetapi dianulir oleh wasit, menjadi titik balik negatif bagi timnya.

Keputusan wasit yang menyatakan adanya pelanggaran terhadap Fachruddin Aryanto sebelum gol tersebut, menurut Rahmat, membuat pemainnya kehilangan fokus sepanjang sisa laga.

“Pertandingan sebenarnya menarik, tetapi pemain kehilangan fokus setelah gol cepat kami dianulir. Bahkan saya berpikir, mungkin akan lebih baik jika gol itu tidak pernah terjadi,” ujar Rahmat.

Meski kecewa, Rahmat mengakui keunggulan PSS Sleman yang tampil lebih solid dan terorganisasi.

“Kami harus memberikan selamat kepada PSS. Mereka memang lebih baik malam ini. Kami akan segera berbenah dan memperbaiki kekurangan yang ada,” tambahnya.

Kini, Madura United menghadapi tugas berat untuk keluar dari zona degradasi, dengan hanya berjarak satu poin dari Barito Putera yang menempati zona aman.

Dengan situasi genting ini, laga berikutnya menjadi krusial bagi Madura United untuk bangkit dan menghidupkan asa bertahan di Liga 1.

Baca terus konten-konten artikel, berita dan opini menarik lainnya hanya di katamadura.com

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar