“Jika merasa kelelahan atau kurang sehat, jangan dipaksakan. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Keselamatan dan kesehatan jemaah adalah yang utama,” ucapnya.
K.H Imam Hasyim juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental selama berada di Tanah Suci. Ia meminta jemaah tetap tenang, sabar, serta menjaga emosi di tengah padatnya aktivitas dan interaksi dengan jemaah dari berbagai negara.
“Kami berharap seluruh jemaah haji Kabupaten Sumenep bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan sehat, sekaligus saling membantu demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman,” tutur dia pada redaksi kami.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumenep Kamiluddin mengatakan jumlah jemaah haji Kabupaten Sumenep tahun 2026 mencapai 1.356 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 651 laki-laki dan 705 perempuan. Rinciannya meliputi 1.348 jemaah haji, enam Petugas Haji Daerah (PHD), serta dua Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH-KBIHU) Embarkasi Surabaya.
Kamiluddin menjelaskan, para jemaah terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Kloter 68, 71, 72, dan 76 masing-masing berisi dua orang. Kloter 77 berjumlah 375 orang. Kloter 78 sebanyak 376 orang. Kloter 79 sebanyak 376 orang. Sementara kloter 81 terdiri atas 221 orang.
Ia menambahkan, pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Sumenep dijadwalkan berlangsung pada Senin (11/05/2026) dini hari dari GOR A. Yani Panglegur Sumenep menuju Surabaya menggunakan bus.







