Bangkalan – Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) menggelar doa dan sholawat bersama pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertempat di lapangan perempatan lampu merah Suramadu.
Kegiatan refleksi akhir tahun tersebut menjadi momentum IKAMA untuk menegaskan sikap atas fenomena keterlibatan oknum ormas ke-Madura-an yang belakangan viral, sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan dan keselamatan bangsa.
Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi, secara tegas menyampaikan sikap organisasi terhadap peristiwa yang melibatkan oknum ormas ke-Madura-an di Surabaya.
IKAMA mengecam keras tindakan tersebut dan menegaskan bahwa perilaku segelintir oknum tidak dapat digeneralisasi sebagai representasi masyarakat Madura.
”Saudara-saudara kita yang ada ditanah rantau baik itu di Jabodetabek, Kalimantan, bahkan di luar Negeri, merasa dirugikan oleh segelintir oknum itu,” kata H. Rawi.
IKAMA juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan Polda Jawa Timur.
“Kami juga mendukung pemerintah, untuk membubarkan ormas yang membuat kegaduhan, apalagi membawa nama daerah,” tegasnya.
Menurut H. Rawi, fenomena tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan struktural, terutama keterbatasan lapangan kerja.
Karena itu, IKAMA memilih tidak hanya bersikap normatif, tetapi juga menghadirkan solusi konkret melalui penguatan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Madura.
Sebagai langkah nyata, IKAMA telah membentuk PT IKAMA Niaga Nusantara, Koperasi Jasa Usaha Mandiri (KUM), serta Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatih dan menyalurkan tenaga kerja putra-putri Madura sesuai keahlian.







