Klasik banget, alih-alih motong anggaran perjalanan dinas yang gak penting, malah yang dikorbanin pegawai honorer dan fasilitas kerja.
Kalau ASN Saja Gak Bisa Adaptasi, Bagaimana Masyarakat?
Lucunya, sebagian besar rakyat biasa udah terbiasa dengan kondisi yang lebih sulit. Para pekerja di sektor swasta udah lama hidup tanpa WiFi gratis, tanpa meeting di hotel, tanpa uang perjalanan dinas yang berlebihan.
Jadi kalau sekarang ada ASN yang merasa tersiksa karena harus sedikit berhemat, ya mungkin ini saatnya mereka merasakan hidup lebih realistis. Karena kerja sebagai ASN itu bukan soal menikmati fasilitas, tapi soal melayani masyarakat.
Jadi, mari kita renungkan: ASN itu benar-benar korban kebijakan atau cuma korban kebiasaan hidup nyaman?