Camat Dasuk Dinilai Gagal Hadirkan Inovasi: Pelayanan Publik Tertinggal, Warga Terpaksa Bergantung ke Kecamatan Tetangga

No comments

Tagline “Bismillah Melayani” Dipertanyakan

Dengan berbagai fakta di lapangan, kinerja pemerintah kecamatan, khususnya camat sebagai koordinator wilayah, dinilai gagal mendukung misi pembangunan Kabupaten Sumenep yang mengusung tagline “Bismillah Melayani”.

Jika pelayanan dasar saja tak mampu dihadirkan, maka wajar jika masyarakat mempertanyakan kehadiran negara di tingkat paling dekat dengan rakyat. Kini publik menunggu, apakah Pemerintah Kecamatan Dasuk akan terus berkutat dalam rutinitas administratif, atau mulai berani melakukan terobosan nyata demi menjawab kebutuhan dasar masyarakatnya.

Karena tanpa inovasi dan keberpihakan, Dasuk akan terus tertinggal—sementara waktu dan harapan warga terus berjalan.

Sementara itu dikonfirmasi dari tempat terpisah menurut Analis Kebijakan Publik Efendi Pradana, S.Psi memaparkan terkait problem sosial ini.

“Jika dibaca dari sudut pandang teori struktural fungsionalisme (Émile Durkheim, 1858–1917), bahwa fasilitas pelayanan dasar publik berfungsi sebagai instrumen integratif yang menjaga stabilitas dan keteraturan sosial. Ketidaktersediaan fasilitas pelayanan dasar menyebabkan disfungsi sosial, di mana masyarakat dipaksa mencari alternatif layanan di wilayah lain. Kondisi ini bukan hanya meningkatkan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga memperlemah kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan”, tegasnya.

Sampai berita ini diterbitkan camat dasuk belum memberikan jawaban saat diminta konfirmasi melalui kanal whatsapp.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar