Bangkalan Dapat Alokasi Rehabilitasi 180 Sekolah, Bupati Tekankan Standar Kualitas Bangunan

oplus_0

Bangkalan - Sebanyak 180 satuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan mendapat alokasi program perbaikan dan rehabilitasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Program tersebut mencakup 57 gedung PAUD, 93 gedung SD, dan 30 gedung SMP.

Alokasi tersebut menjadi salah satu capaian Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam mendorong pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

Pemerintah daerah sebelumnya secara aktif mengusulkan kebutuhan rehabilitasi sekolah dengan mempresentasikan kondisi riil bangunan sekolah di Bangkalan kepada pemerintah pusat.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, menyambut baik usulan Pemerintah Kabupaten Bangkalan tersebut. Menurutnya, program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk memastikan fasilitas pendidikan aman, memadai, dan layak digunakan.

โ€œPemerintah pusat melalui kementerian menyambut baik dan merespons positif usulan yang dipresentasikan oleh Pak Bupati beserta jajaran. Program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah ini merupakan prioritas Presiden untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan di daerah aman, memadai, dan layak bagi anak-anak kita,โ€ ujar Fajar.

Ia menambahkan, penggunaan material dan komponen bangunan dalam proses rehabilitasi dapat disesuaikan dengan standar teknis yang efisien, dengan tetap mengutamakan ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Hal tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa maupun guru.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, jumlah sekolah yang diusulkan untuk mendapatkan penanganan terus berkembang hingga mendekati 180 lokasi. Usulan tersebut diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan secara merata, baik di wilayah timur, barat, utara maupun selatan Bangkalan.

โ€œKami berusaha selalu mengakses anggaran dengan kondisi-kondisi riil yang kita presentasikan di pusat. Alhamdulillah, direspons dengan baik. Kami juga terus mendata ulang tingkat kerusakan sekolah agar penanganannya tepat sasaran,โ€ kata Lukman.

Namun, menurutnya, pelaksanaan rehabilitasi sekolah masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan status lahan sekolah yang masih mengalami sengketa atau persoalan administrasi. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan pekerjaan fisik.

Karena itu, Pemkab Bangkalan berkomitmen melakukan penyelesaian terhadap persoalan tersebut agar program rehabilitasi dapat berjalan lancar dan anggaran yang telah dialokasikan dapat terserap secara maksimal.

Selain mengejar percepatan pembangunan, Lukman juga menekankan aspek kualitas. Ia meminta standar material dan spesifikasi teknis diterapkan secara ketat oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek.

โ€œSaya minta ada standarisasi. Misalkan pintu harus fabrikasi, kemudian bagian pelapis atau kusen menggunakan PVC. Itu sudah menjadi standar lokal kita yang harus ditaati semua pihak demi menjaga kualitas fisik bangunan,โ€ tegasnya.

Menurut Lukman, rehabilitasi sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada terselesaikannya pekerjaan fisik. Kualitas bangunan harus menjadi perhatian utama agar fasilitas pendidikan yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Berita lainnya !

Bagikan: