Arief M. Edie: Antara Gebrakan, Selebrasi, dan Realita Bangkalan

Arief M. Edie

Tak terasa masa jabatan Arief M. Edie sebagai Penjabat (PJ) Bupati Bangkalan akan segera berakhir. Jika tak ada perubahan jadwal, Lukman Hakim dan Fauzan Ja’far, pasangan terpilih dalam Pilkada Bangkalan 2024, akan dilantik pada 20 Februari mendatang. Itu artinya, Arief M. Edie pun harus berkemas dan kembali ke institusi asalnya di Kementerian Dalam Negeri.

Sejak dilantik pada 24 September 2023, nama Arief kerap menghiasi pemberitaan, baik di media massa maupun media sosial. Ia dikenal aktif membagikan berbagai kegiatannya, mulai dari peresmian program, pemberian bantuan, hingga pertemuan dengan berbagai pihak.

Namun, di balik hingar-bingar selebrasi digital tersebut, muncul pertanyaan: sejauh mana gebrakan yang dibuatnya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bangkalan?

Gebrakan yang Terhambat

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah gagalnya pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif serta lima Kepala Dinas. Hingga akhir masa jabatannya, proses seleksi dan pelantikan jabatan strategis ini belum juga rampung.

Hal ini tentu berpengaruh pada efektivitas pemerintahan, mengingat posisi-posisi tersebut memegang peran kunci dalam menjalankan roda birokrasi di Bangkalan.

Di sisi lain, masalah sampah juga masih menjadi keluhan warga. Bangkalan hingga kini belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memadai. Memang, Pj Bupati telah menggagas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), tetapi fasilitas tersebut justru mendapat protes dari masyarakat sekitar karena lokasinya dianggap mengganggu lingkungan.

Sampah yang menumpuk dan pengelolaan yang belum maksimal menjadi bukti bahwa permasalahan ini belum sepenuhnya terselesaikan.

Kebijakan Parkir yang Berubah-Ubah

Persoalan lain yang cukup menyita perhatian adalah kebijakan parkir. Awalnya, sistem parkir berlangganan diterapkan di Bangkalan, tetapi kemudian diubah kembali menjadi parkir manual.

Kebijakan yang berubah-ubah ini membingungkan masyarakat dan memunculkan pertanyaan tentang konsistensi pemerintah dalam mengelola retribusi daerah.

Kisruh PKL di Stadion

Menjelang akhir masa jabatan Arief, muncul kisruh antara pemerintah dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Stadion Bangkalan. Para pedagang merasa kebijakan penertiban kurang berpihak kepada mereka.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar