Bangkalan – Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) Bangkalan resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dengan menghadirkan inovasi pembelajaran melalui Program Kelas Adaptif.
Program ini menjadi alternatif perkuliahan yang mengintegrasikan sistem daring dan luring untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan tinggi yang fleksibel dari segi waktu dan lokasi.
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STAIDA, Fatichatus Sa’diyah, menyampaikan bahwa Kelas Adaptif dirancang untuk memberikan kemudahan akses pembelajaran tanpa mengurangi kualitas akademik.
Melalui sistem ini, mahasiswa tetap dapat mengakses materi perkuliahan, berinteraksi dengan dosen, serta menyelesaikan studi secara fleksibel.
“Program ini terbuka bagi lulusan MA, SMA, SMK, maupun sederajat yang memiliki keterbatasan mengikuti perkuliahan tatap muka secara penuh. Kelas Adaptif sangat relevan bagi pekerja, ibu rumah tangga, santri, serta calon mahasiswa dari luar daerah,” ungkap Fatichatus Sa’diyah.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, STAIDA membuka enam program studi dalam format Kelas Adaptif, yaitu Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Ilmu Hadis (IH), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Hukum Tata Negara (HTN), serta Hukum Keluarga Islam (HKI).
Biaya perkuliahan Kelas Adaptif berkisar antara Rp142.000 hingga Rp200.000 per bulan, disesuaikan dengan program studi yang dipilih.
Selain fleksibilitas pembelajaran, mahasiswa Kelas Adaptif juga mendapatkan sejumlah keuntungan, di antaranya bebas biaya uang gedung selama masa studi.
Meski dilaksanakan secara fleksibel, mahasiswa tetap memperoleh hak akademik yang setara dengan mahasiswa kelas reguler, termasuk kurikulum, dosen pengajar, serta pengakuan gelar akademik.
Pendaftaran mahasiswa baru Kelas Adaptif STAIDA dibuka dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 1 Desember 2025 hingga 14 Februari 2026 dengan total biaya Rp1.150.000.






