YOGYAKARTA- Empat Bekas Stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), binaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), warnai Lokakarya Media 2026, lokasi salah satu hotel di Yogyakarta. Hal ini sebagai salah satu bukti nyata pemberdayaan masyarakat untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah kegiatan SKK Migas.
Sedikitnya 14 Stand pojok UMKM dari berbagai daerah, diantaranya Kabupaten Sampang, Madura, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Gresik, Kabupaten Bojonegoro, Cepu, dan lain-lain.
Seperti para pelaku UMKM dari Sampang Madura, GHE-IK Bintang, salah satu binaan
Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas yang mengelola wilayah kerja migas di Kabupaten Sampang.
Seorang pelaku UMKM GHE-IK Bintang, asal Kabupaten Sampang, Junaidi Hadi, bercerita pelatihan yang diberikan SKK Migas perwakilan Jabanusa dimulai sekitar tahun 2021. Diawali dengan pelatihan memilih bahan baku berkualitas, pengolahan atau produksi, kemudian pengemasan hingga strategi pemasaran. Sebagai UMKM yang awalnya bergerak secara mandiri dengan produksi seadaanya, tentu pelatihan menjadi peluang besar memperoleh pengetahuan baru.
“Sampai sekarang pembinaannya tetap dilakukan oleh SKK Migas khsususnya HCML. Saat ini sudah ke pemasaran secara digital, pengemasan yang baik, berbeda dengan kemasan saat awal saya produksi. Termasuk juga ada pendampingan dan memantau kualitas produk UMKM. Kalau di UMKM saya juga mendapatkan bantuan alat produksi dan rumah produksi dari SKK Migas,” kata Junaidi Hadi, pemilik UMKM Ghe-ik Bintang saat diwawancarai, Kamis (17/8/26).
Junaidi mengungkapkan, UMKM yang dirinya kelola sudah berkembang dengan menghasilkan berbagai produk. Jika awalnya hanya minuman jahe, saat ini sudah merambah memproduksi kopi black garlic.
“Bahkan setiap even SKK migas, kami diajak untuk mempromosikan produk UMKM kami hingga ke Jakarta dan saat ini di Yogyakarta, kami sangat berterimakasih pada SKK Migas HCML”.imbuh Junaidi.






