Delapan Bulan Menunggu Kepastian, Wisuda Tinggal Kenangan, Ijazah Tak Kunjung Digenggam

No comments
Gambar : Universitas Bahaudin Mudhary Madura Yang Viral Di Media Sosial

Hari kelulusan seharusnya menjadi awal dari perjalanan baru. Bagi sebagian besar mahasiswa, wisuda adalah penutup perjuangan panjang sekaligus pintu masuk menuju dunia kerja. Namun, bagi seorang lulusan Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura angkatan 2025, momen yang penuh sukacita itu justru menyisakan penantian yang belum berakhir.

Iklan

Sudah delapan bulan berlalu sejak toga dikenakan dan foto bersama keluarga diabadikan. Akan tetapi, ijazah yang menjadi bukti resmi kelulusannya belum juga berada di tangannya.Kondisi tersebut membuat langkahnya terasa tertahan. Di tengah semangat mencari pekerjaan dan membangun masa depan, ia masih harus menjelaskan kepada berbagai pihak mengapa dokumen terpenting sebagai seorang sarjana belum dapat ditunjukkan.

Menurut pengakuannya, selama berbulan-bulan ia berupaya mencari kepastian mengenai kapan ijazah itu bisa diterima. Penantian yang terus berlangsung membuatnya kecewa, terlebih karena wisuda telah lama usai, sementara hak akademik yang dinantikannya belum juga diterima.

Bagi seorang lulusan, ijazah bukan sekadar dokumen administratif. Selembar kertas itu menjadi syarat mengikuti seleksi kerja, melanjutkan pendidikan, hingga mengurus berbagai keperluan resmi. Ketika ijazah belum berada di tangan, maka banyak rencana yang ikut tertunda.

Ramainya pemberitaan mengenai persoalan tersebut akhirnya mendapat tanggapan dari pihak UNIBA Madura. Kampus menjelaskan bahwa keterlambatan penyerahan ijazah bukan disebabkan oleh proses akademik yang terhambat, melainkan karena mahasiswa yang bersangkutan masih memiliki kewajiban administrasi yang belum diselesaikan.

Koordinator Akademik UNIBA Madura, Tri Nugraha Ibnu Abdillah, menegaskan bahwa aturan tersebut berlaku sama bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan siapa pun. Menurutnya, pihak akademik memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi sebelum ijazah diserahkan kepada lulusan.

Pihak kampus juga membantah anggapan bahwa terdapat mahasiswa lain yang memperoleh ijazah meski masih memiliki tunggakan administrasi. Menurut UNIBA, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Kampus menyebut kemungkinan muncul kesalahpahaman karena ada alumni yang menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) untuk kebutuhan administrasi tertentu sehingga dianggap telah menerima ijazah.

Di balik polemik ini, tersimpan cerita tentang harapan seorang lulusan yang ingin segera melangkah ke fase kehidupan berikutnya. Sementara di sisi lain, kampus menegaskan pentingnya konsistensi dalam menerapkan aturan administrasi sebagai bagian dari tata kelola perguruan tinggi yang profesional.

Persoalan ini pun menjadi pengingat bahwa kelulusan bukan hanya soal seremoni di atas panggung. Setelah nama dipanggil dan tali toga dipindahkan, para lulusan berharap seluruh proses benar-benar selesai, termasuk menerima ijazah sebagai simbol akhir perjuangan sekaligus bekal untuk menggapai masa depan.

Kini, yang dinanti bukan lagi tepuk tangan saat wisuda, melainkan kepastian. Sebab, bagi setiap lulusan, masa depan sering kali dimulai dari selembar ijazah yang akhirnya dapat digenggam.

Berita lainnya !

Bagikan: