SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mengimbau para petani untuk mengutamakan kualitas tembakau sejak awal musim tanam. Langkah tersebut dinilai penting agar komoditas unggulan daerah tetap memiliki daya saing tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Memasuki musim kemarau, aktivitas penyemaian benih tembakau mulai terlihat di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep. Kondisi ini menjadi penanda dimulainya persiapan musim tanam yang selama ini menjadi harapan para petani.
Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Ir. Chainur Rasyid, M.Si mengatakan musim kemarau merupakan momentum yang paling dinanti oleh petani tembakau di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep yang dikenal sebagai penghasil tembakau berkualitas.
“Di Madura, khususnya Sumenep, musim kemarau memang selalu dinantikan karena kami memiliki varietas unggulan yang dikenal sebagai tembakau daun emas. Namun kualitas hasil panen harus mulai dijaga sejak proses budidaya dilakukan,” kata Chainur Rasyid.
Ia mengingatkan agar petani tidak terburu-buru melakukan penanaman tanpa mempertimbangkan kondisi cuaca. Menurutnya, faktor iklim masih menjadi penentu utama keberhasilan budidaya tembakau.
“Cuaca dan iklim merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pertanian. Di beberapa wilayah kondisi masih mendung, sehingga petani perlu cermat menentukan waktu tanam agar kualitas tanaman tetap terjaga,” ujarnya.
Chainur menambahkan, kualitas tembakau Sumenep selama ini menjadi salah satu alasan tingginya permintaan pasar. Karena itu, petani diharapkan menerapkan teknik budidaya yang baik mulai dari penyemaian, penanaman, hingga perawatan tanaman.
“Kami berharap seluruh petani tetap menjaga mutu tembakau sejak awal musim tanam. Jika kualitas dapat dipertahankan, daya saing tembakau Sumenep akan semakin kuat dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani,” tegasnya.
Berdasarkan data DKPP, luas lahan tembakau di Kabupaten Sumenep pada 2025 mencapai sekitar 14 ribu hektare. Pada musim tanam tahun 2026, pemerintah daerah optimistis luas areal tanam kembali meningkat seiring masih tersedianya lahan potensial, terutama di kawasan perbukitan dan lahan tegal.
DKPP berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga produksi tembakau berkualitas tinggi dapat meningkat, sekaligus memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para petani di Kabupaten Sumenep.





