Bangkalan - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat apresiasi. Dalam upacara yang digelar di taman kampus depan Gedung Graha Utama UTM, Sabtu pagi (2/5).
Upacara diikuti seluruh Civitas Akademika, mulai dari jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa lintas fakultas.
Mengusung tema nasional โMenguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,โ peringatan Hardiknas kali ini menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya prestasi, inovasi, dan pengabdian di lingkungan kampus.
Salah satu agenda utama dalam upacara tersebut adalah penganugerahan Satyalancana Karya Satya X dan XX tahun kepada 39 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan UTM.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas, integritas, serta dedikasi mereka dalam mendukung tata kelola universitas, layanan akademik, dan kemajuan institusi selama bertahun-tahun.
Tak hanya itu, UTM juga memberikan penghargaan kepada sejumlah insan berprestasi yang telah mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional.
Mahasiswa UTM, Muhammad Nurul Anwar, mendapat apresiasi sebagai mahasiswa berprestasi internasional setelah meraih Juara 1 pada ajang Perak International Robotic Competition 2026 (PIRCโ26).
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UTM mampu bersaing di level global dalam bidang inovasi dan teknologi.
Di bidang akademik, penghargaan diberikan kepada Nizar Amir, sebagai dosen dengan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi terbanyak.
Sementara Rosida Vivin Nahari, S.Kom., M.T. menerima penghargaan sebagai dosen dengan jumlah hak paten dan prototipe terbanyak.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safiโ, selaku pembina upacara menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momen untuk memperkuat semangat memajukan pendidikan.
โPeringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,โ ujarnya.
Menurut Rektor, pendidikan sejatinya merupakan proses memuliakan manusia, bukan hanya transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga upaya menumbuhkan karakter, potensi, dan nilai-nilai kemanusiaan peserta didik.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran mendalam (deep learning), digitalisasi sistem pembelajaran, penguatan karakter, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
โJika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,โ tegasnya.
Melalui peringatan Hardiknas 2026 ini, UTM menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya dibangun lewat kebijakan, tetapi juga melalui penghargaan terhadap prestasi, inovasi, dan pengabdian seluruh elemen kampus.




