Kesepakatan islah Lirboyo sendiri mempertemukan unsur Syuriyah, Tanfidziyah, dan Mustasyar PBNU, yang sepakat bahwa Muktamar harus menjadi ruang pemulihan dan peneguhan kembali keutuhan jam’iyyah.
Muktamar tersebut rencananya akan diselenggarakan bersama oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan melibatkan para sesepuh NU.
Ketua PCNU Bangkalan, KH Makki Nasir, menilai menguatnya nama KH Zulfa Mustafa merupakan bagian dari dinamika wajar dalam organisasi besar seperti NU.
“Pertanyaan itu muncul dari peserta, jadi dijawab. Forum berkembang, wajar saja,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa forum di Bangkalan sejatinya bukan arena politik internal, melainkan ruang dialog.
Namun, ketika aspirasi muncul dari peserta, maka diskursus kepemimpinan tidak bisa dihindari dan tetap harus dikembalikan pada mekanisme resmi muktamar.







