Salah satunya melalui akses pendanaan kebudayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan komunitas seni.
โKami siap memberikan dukungan konkret. Pemerintah bertugas melakukan fasilitasi, termasuk dana kebudayaan yang bisa diakses masyarakat. Kami berharap pelaku seni dan budaya Madura dapat memanfaatkannya,โ jelasnya.
Peresmian Museum Budaya Madura dirangkaikan dengan Kongres Budaya Madura yang mengusung tema โGlokalisasi Madura, Mengakar di Madura Berdampak untuk Duniaโ.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer dan dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon serta budayawan nasional KH. D. Zawawi Imron.
Sementara itu, Rektor UTM Prof. Dr. Syafi menyampaikan bahwa peresmian museum merupakan bagian dari komitmen Universitas Trunojoyo Madura dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Madura. Meski ruang dan koleksi museum masih terbatas, antusiasme masyarakat dinilai sangat luar biasa.
โBanyak budayawan yang secara sukarela menghibahkan lukisan, benda budaya, dan karya seni untuk museum ini,โ ungkapnya.
Syafi juga menyinggung aspirasi masyarakat terkait pembukaan Program Studi Bahasa Madura di UTM.
Menurutnya, inisiatif tersebut sudah ada, namun masih memerlukan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat agar prodi tersebut dapat berdiri dan memiliki kejelasan prospek kerja bagi lulusannya.
โBahasa Madura bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga memiliki seni dan sastra. Karena itu, perlu ada kebijakan agar pengajar bahasa Madura berasal dari lulusan pendidikan bahasa Madura,โ pungkasnya.




