Jenazah Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Asal Sampang Terus Bertambah Menjadi Delapan

Kedatangan dua jenazah korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, saat tiba di Kabupaten Sampang, tempat tinggal atau kelahiran para korban

Sampang – Delapan korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang berasal dari Kabupaten Sampang kembali dipulangkan ke kampung halaman.

Iklan

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Fajar Arief, melalui Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik, Moh. Hozin, mengatakan pemulangan yang menyusul dua jenazah santri korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny telah dilaksanakan.

    Dua korban yang dipulangkan adalah Ach Ramzi Fariki (15), asal Desa Kara, Kecamatan Torjun, dan Moh Tony Afandi (15), asal Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung.

    Jenazah Ach Ramzi Fariki tiba di rumah duka pada Kamis, 9 Oktober 2025, sekitar pukul 21.30 WIB dan selesai dimakamkan sekitar pukul 22.30 WIB. Sementara jenazah Moh Tony Afandi tiba di kediamannya pada Jumat, 10 Oktober 2025, sekitar pukul 07.30 WIB dan selesai dimakamkan sekitar pukul 08.30 WIB.

    "total korban reruntuhan Ponpes Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, yang berasal dari Sampang sebanyak delapan orang,” ujar Moh. Hozin, Senin, (13/11/25).

    Pihak BPBD Sampang melakukan pengawalan berupa pendampingan dan penjemputan setelah mendapat laporan dari BPBD Provinsi Jawa Timur (Jatim).

    “Semua kegiatan ini kami laporkan kepada pimpinan kami dan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi, serta juga pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di masing-masing tempat tinggal korban,” pungkasnya.

    Berita lainnya !

    Bagikan:

    Tinggalkan komentar