Tahap berikutnya, tim juri melakukan penilaian lapangan atau turun ke bawah (turba) pada Rabu (11/12). Penilaian ini bertujuan mencocokkan data dan inovasi yang telah dipaparkan dengan kondisi riil di lapangan. Tim juri dibagi menjadi dua kelompok: satu mengunjungi wilayah utara, sedangkan tim kedua ke wilayah selatan dan perkotaan.
โAlhamdulillah, hasil pengamatan di lapangan secara umum sesuai dengan apa yang dipaparkan. Namun, ada juga yang saat presentasi terlihat menjanjikan, tapi kenyataannya belum maksimal,โ ungkap Manajer Event JPRM, Mohammad Sugianto, yang akrab disapa Sugik.
Ia menambahkan, kehadiran Madura Awards memberikan dampak positif karena mendorong para kepala puskesmas untuk berlomba-lomba meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. โSalah satu tujuan kami adalah mendorong pemerintah untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,โ katanya.
Yang menarik, kegiatan ini melibatkan banyak instansi lintas sektor sebagai bentuk integrasi dan kolaborasi, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, RSUD Syamrabu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Perpustakaan, Dinas Bappeda, Balitbang, serta Dinas KB P3A.
Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa inovasi pelayanan kesehatan di Bangkalan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian dari sinergi lintas sektor untuk menghadirkan pelayanan yang efektif dan berkelanjutan.
Enam puskesmas terbaik akan diumumkan dalam puncak acara Madura Awards 2024. Pemerintah Kabupaten Bangkalan berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis inovasi, integrasi, dan kolaborasi.
Selain Inovasi dari Puskesmas, Pemkab Bangkalan juga memiliki Beberapa inovasi lain di Bidang Kesehatan seperti berikut ini. KLIK DISINI




