Jimly Asshiddiqie Bicara Masa Depan Hukum dan Demokrasi Ekologis di UTM

“Momentum Dies Natalis ini sebenarnya menjadi momen muhasabah diri. Dengan muhasabah, hal-hal baik yang sudah ada perlu ditingkatkan,” ujar Safi’.

Ia menilai, refleksi terhadap perjalanan fakultas diperlukan untuk melihat capaian sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih membutuhkan pembenahan. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun langkah pengembangan yang lebih baik ke depan.

“Capaian yang diraih harus menjadi motivasi untuk lebih baik lagi. Karena itu, apa yang sudah berjalan dengan baik perlu terus ditingkatkan,” tuturnya.

Ia juga berharap Dies Natalis ke-45 mampu memperkuat kebersamaan di lingkungan Fakultas Hukum UTM. Kolaborasi, menurutnya, perlu terus dikembangkan agar fakultas semakin mampu memenuhi kebutuhan mahasiswa dan menghadirkan pembelajaran yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Peringatan Dies Natalis kali ini pun menghadirkan dua ruang refleksi sekaligus, yakni evaluasi perjalanan institusi dan pembahasan tantangan hukum masa depan.

Di satu sisi, Fakultas Hukum UTM didorong untuk terus meningkatkan mutu pendidikan. Di sisi lain, perkembangan pemikiran konstitusi, termasuk gagasan konstitusi hijau, menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan akademik dan merespons persoalan bangsa.

Dengan usia 45 tahun, Fakultas Hukum UTM diharapkan tidak hanya melanjutkan capaian yang telah dirintis, tetapi juga memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu hukum yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Berita lainnya !

Bagikan: