Bangkalan – Setelah dua tahun vakum, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP PGRI Bangkalan resmi dilantik pada Selasa, 24 Desember 2024, di Graha Kampus STKIP PGRI Bangkalan.
Pelantikan ini menjadi momen bersejarah bagi kampus karena menandai titik balik keberadaan organisasi mahasiswa sebagai mitra strategis pengembangan kampus.
Acara yang berlangsung tanpa anggaran ini tetap dilaksanakan dengan penuh semangat dan sederhana. Hoirul Anwar, M.Pd., selaku Wakil Ketua III STKIP PGRI Bangkalan, memimpin pelantikan dengan mengangkat tema “Revitalisasi: Meruwat Organisasi, Meneguhkan Organisasi.”
Tema ini dipilih sebagai refleksi atas kondisi organisasi mahasiswa yang sempat vakum dan kini kembali dengan komitmen baru.
Presiden Mahasiswa terpilih, Moh. Sulhan, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun kampus sebagai miniatur negara.
Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa dari tujuh program studi di STKIP PGRI Bangkalan untuk bersinergi demi mencapai visi besar kampus yang lebih maju dan berdaya saing.
“Kita tahu bahwa setiap prodi memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang unggul di berbagai bidang. Dari PPKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Matematika, Olahraga, hingga Guru Sekolah Dasar, semuanya hadir sebagai solusi dalam mencetak generasi pemimpin masa depan,” ujar Sulhan dengan penuh semangat.
Namun, pelantikan ini tak lepas dari tantangan. Ketua Pelaksana, Abdul Muis, menyoroti ketiadaan anggaran untuk prosesi pelantikan karena dana telah habis digunakan oleh KPUM pada pemilihan sebelumnya.
Meski demikian, ia menilai hal ini bukan sepenuhnya kesalahan KPUM, tetapi lebih kepada kebijakan yang kurang tepat dari pihak BAAK.
“Ini sangat lucu sekali dan sangat mengecewakan sekali, saya rasa ini bukan salahnya KPUM bahkan ini yang bermasalah bukan KPUM, akan tetapi yang memberikan disposisi anggaran BEM dan Anggaran DPM dapat dipergunakan oleh KPUM,” tegas Abdul Muis.