Sasar Guru, Syafiuddin Asmoro Dorong Empat Pilar MPR RI Masuk ke Ruang Pendidikan

Foto Bersama Anggota MPR RI Syaifudin Bersama Para Guru Usai Sosialisasi 4 Pilar

BANGKALAN – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tidak hanya menyasar kalangan aktivis, mahasiswa maupun kelompok masyarakat umum. Kali ini, Anggota MPR RI Fraksi PKB, Syafiuddin Asmoro, memilih tenaga pendidik sebagai sasaran sosialisasi dengan harapan nilai-nilai kebangsaan dapat diteruskan kepada generasi muda melalui lingkungan sekolah.

Kegiatan yang melibatkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tersebut berlangsung di Aula Kampus STKIP PGRI Bangkalan. Dalam kesempatan itu, Syafiuddin menyampaikan materi mengenai Empat Pilar MPR RI kepada para guru yang hadir.

Menurut Syafiuddin, guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan pemahaman kebangsaan kepada peserta didik. Sebab, tenaga pendidik tidak hanya berperan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan wawasan generasi penerus bangsa.

“Kalau selama ini kita banyak melakukan sosialisasi dengan aktivis, buruh, mahasiswa, wartawan dan lainnya, kali ini kita menyasar tenaga pendidik,” kata Syafiuddin.

Ia menjelaskan, pendekatan melalui guru dinilai dapat memperluas jangkauan sosialisasi. Materi yang disampaikan dalam forum tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, melainkan dapat diteruskan kepada siswa melalui proses pembelajaran di sekolah.

“Guru ini kan bisa menjadi perpanjangan tangan untuk memberikan pemahaman kepada anak didiknya. Jadi, tidak langsung kepada anak didik, tetapi kita memberikan pemahaman kepada pendidiknya, kemudian diteruskan kepada siswa,” ujarnya.

Syafiuddin berharap pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI dapat menjangkau peserta didik mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA). Dengan demikian, wawasan kebangsaan dapat diperkenalkan dan diperkuat sejak usia sekolah.

Ia menyebut, sebelumnya sosialisasi Empat Pilar MPR RI telah dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat, baik di daerah pemilihannya maupun sejumlah daerah lain seperti Yogyakarta dan Semarang.

Pelibatan PGRI dalam kegiatan kali ini menjadi salah satu upaya memperluas penyebaran materi kebangsaan melalui sektor pendidikan.

Syafiuddin berharap para guru dapat mengambil peran dalam meneruskan pemahaman tersebut kepada peserta didik, sehingga nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi materi sosialisasi, tetapi juga bagian dari pembelajaran di lingkungan sekolah.

Berita lainnya !

Bagikan: