Rupiah dan IHSG Menguat, Sinyal Positif Kepercayaan Pasar terhadap Ekonomi Nasional

No comments
Foto : Istimewa

JAKARTA, Minggu (14/6/2026) – Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Iklan

Rupiah tercatat menguat hingga berada di kisaran Rp17.800-an per dolar Amerika Serikat, sementara IHSG berhasil menembus level psikologis 6.000 setelah mengalami kenaikan signifikan sepanjang pekan. Penguatan kedua indikator tersebut tidak terlepas dari kombinasi kebijakan moneter Bank Indonesia, stabilitas fiskal pemerintah, serta meningkatnya arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kebijakan yang ditempuh BI bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.

“Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi dan mekanisme pasar serta memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Perry Warjiyo dalam keterangan resminya.

Menurut Perry, keputusan Bank Indonesia mempertahankan stabilitas moneter dan melakukan langkah-langkah penguatan pasar keuangan telah mendapat respons positif dari pelaku pasar global. Hal itu tercermin dari meningkatnya aliran modal asing ke instrumen keuangan Indonesia.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyebut masuknya dana asing dalam jumlah besar menunjukkan bahwa investor masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap perekonomian nasional.

“Aliran modal asing yang kembali masuk menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global,” kata Destry Damayanti.

Dari sisi pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga kesehatan fiskal dan daya beli masyarakat sebagai fondasi utama stabilitas ekonomi nasional.

“APBN akan terus menjadi instrumen yang efektif untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Purbaya dalam berbagai kesempatan terkait kinerja fiskal pemerintah.

Penguatan rupiah dan IHSG juga mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai pergerakan positif pasar merupakan cerminan meningkatnya keyakinan pelaku usaha dan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

“Menguatnya rupiah dan kenaikan IHSG menunjukkan kepercayaan pasar mulai kembali tumbuh. Ini harus dijaga melalui kebijakan yang konsisten dan berpihak pada stabilitas ekonomi,” ujarnya.

Para ekonom menilai penguatan rupiah dan IHSG belum tentu menghilangkan seluruh risiko eksternal. Namun, tren positif ini menjadi indikator bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global. Stabilitas inflasi, pertumbuhan konsumsi domestik, serta koordinasi yang baik antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting yang menopang optimisme pasar.

Dengan menguatnya nilai tukar rupiah dan pasar saham secara bersamaan, Indonesia memperoleh momentum positif untuk memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar