Bangkalan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangkalan menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026.
Puncak peringatan tersebut diisi dengan kegiatan kebersamaan yang melibatkan pegawai BPS dan mitra kerja, sekaligus evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Kepala BPS Kabupaten Bangkalan, Fajar Fatahillah, mengatakan HSN diperingati setiap 26 September. Pada momentum tahun ini, BPS Bangkalan tidak hanya melibatkan pegawai organik, tetapi juga mitra reguler dan mitra yang terlibat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, rangkaian kegiatan puncak HSN diisi dengan senam bersama, fun games, serta pembagian doorprize. Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara pegawai BPS dengan seluruh mitra kerja yang selama ini mendukung kegiatan statistik di Kabupaten Bangkalan.
Selain kegiatan kebersamaan, BPS Bangkalan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Salah satu agendanya adalah memberikan penghargaan kepada petugas terbaik di masing-masing kecamatan, baik Petugas Pendataan Lapangan (PCL) maupun Pengawas Lapangan.
Fajar menjelaskan, evaluasi merupakan bagian penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan besar. Ia bersyukur pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bangkalan telah selesai pada 15 September 2026 dan secara umum berjalan dengan baik.
Terkait polemik akurasi data desil yang sempat menjadi perhatian masyarakat, Fajar menjelaskan bahwa desil merupakan sistem pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemutakhiran data terus dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, termasuk melalui mekanisme pemutakhiran mandiri oleh masyarakat.
“Kalau terkait dengan desil, memang sampai dengan saat ini kita terus melakukan perbaikan. Diharapkan ke depan apa yang menjadi harapan masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembaruan data desil bukan hanya menjadi tanggung jawab BPS. Sebab, sumber data tersebut melibatkan 18 Kementerian dan lembaga yang berkontribusi sebagai pemasok data.
Karena itu, Fajar menyebut penyempurnaan data desil membutuhkan kerja sama lintas instansi, termasuk BPS dan dinas terkait, agar kualitas data kesejahteraan masyarakat terus mengalami perbaikan.






