Munajat Kebangsaan di Madura Tegaskan Peran Ulama Sepuh Dalam Menuntun Arah PBNU

Para Ulama saat berkumpul di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah

Sementara itu, Sekretaris PCNU Bangkalan, KH. Dimyati Muhammad, memastikan bahwa Tanfidziyah akan mengikuti sepenuhnya arahan Suriyah sesuai mekanisme organisasi. Ia menyatakan bahwa urusan keputusan sepenuhnya kembali kepada para ulama.

Pemilihan dua lokasi bersejarah tersebut bukan semata-mata simbol ritual, melainkan bentuk tabarrukan agar hati para pengambil kebijakan di PBNU dapat dilembutkan. Para kiai berharap kharisma Syaikhona Kholil menjadi wasilah agar persoalan internal organisasi mampu diselesaikan dengan kepala dingin dan penuh kearifan.

Pertemuan ini dirancang sebagai rangkaian utuh antara doa, tabarruk, dan musyawarah, dengan harapan NU tetap menjadi kekuatan pemersatu umat.

Acara ditutup dengan doa bersama memohon keselamatan dan kedamaian bagi NU, umat, dan bangsa. Hadir dalam pertemuan tersebut para Mustasyar dan Rois Suriyah PCNU Madura Raya, di antaranya, KH Muhammad Faisal Anwar, KH Safiuddin Wahid, KH Khalid Alirahbini, KH Wahdi Musyafa’, dan KH Hanan Nawawi.

Para ulama sepuh ini menyuarakan pesan yang sama menjaga ketenangan NU adalah menjaga ketenangan Indonesia.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar