Dihadapan para penguasa adat, Bupati H Slamet Junaidi secara terbuka memohon dukungan untuk mengusulkan tokoh legendaris Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional. Selama ini, narasi sejarah Trunojoyo sering terjebak dalam sekat konflik internal.
Namun, Bupati H Slamet Junaidi dengan tegas meluruskan pandangan tersebut. Menurutnya, Trunojoyo merupakan ancaman nyata bagi VOC. Perlawanannya adalah perlawanan terhadap penjajahan kala itu.
โDengan dukungan para Raja Nusantara, kita mengirimkan pesan kuat kepada negara, bahwa perjuangan Trunojoyo bagian dari kedaulatan bangsa Indonesia,โ tegas H Slamet Junaidi.
Selanjutnya, acara ditutup dengan penandatanganan dukungan moral oleh para Raja untuk usul gelar Pahlawan Nasional tersebut.
Penandatanganan ini dianggap sebagai โIkrar Moralโ, bahwa masyarakat Sampang memiliki akar sejarah yang kuat dan terhormat dalam bingkai NKRI.
โBiarlah kelak anak cucu kita membaca, bahwa di Sampang hari ini, para Raja Nusantara bersatu demi keadilan sejarah dan demi Indonesia,โ pungkas H Slamet Junaidi.
Untuk sekadar diketahui, kedatangan para Raja dan Sultan di Pendopo Trunojoyo, merupakan rangkaian Hari Jadi ke-402 Kabupaten Sampang.
Ada sekitar 50 Raja dan Sultan dari seluruh Nusantara yang hadir, diantaranya dari Yogyakarta, Cirebon, Lampung, Kalimantan, Lombok, Bali, Sulawesi dan Maluku, serta perwakilan dari kerajaan Malaysia.





