Dullo Sampang: Ketika Konten Kreator Salah Jalan Demi Viral Murahan

Dullo Sampang
Foto Dullo Sampang sedang berjoget ria

Siapa yang tidak kenal Dullo Sampang? Seorang konten kreator asal Sampang yang mungkin berpikir dirinya memiliki kebebasan berbicara tanpa batas di media sosial.

Sayangnya, kebebasan itu malah menyeretnya ke kantor polisi setelah melakukan siaran langsung di TikTok yang diduga mengandung unsur penistaan agama.

Hebat, bukan? Dalam sekejap, ia bukan hanya viral, tetapi juga berhasil mengundang reaksi keras dari masyarakat, tokoh agama, dan tentu saja, aparat kepolisian. Tiket one-way trip ke kantor polisi pun ia dapatkan.

Ketika Jempol Lebih Cepat dari Akal Sehat

Madura bukan sekadar pulau dengan kuliner khas dan budaya karapan sapi. Di sini, agama dan penghormatan terhadap ulama adalah harga mati.

Orang Madura memiliki loyalitas tinggi terhadap ajaran Islam, dan bercanda soal agama bukanlah sesuatu yang bisa ditoleransi begitu saja.

Sayangnya, sepertinya Dullo lupa bahwa di Madura, ucapan bukan hanya sekadar suara yang keluar dari mulut, tetapi juga cerminan adab dan harga diri. Apa yang terjadi pada Dullo bukanlah kasus pertama.

Fenomena kreator konten yang asal bicara tanpa memikirkan dampaknya semakin sering terjadi. Mereka beranggapan bahwa media sosial adalah dunia tanpa batas di mana kata-kata tak punya konsekuensi.

Padahal, satu kalimat salah bisa menjadi pemicu kemarahan massal. Dan ketika itu terjadi, internet bukan lagi tempat bermain, melainkan lautan amarah yang siap menelan siapa saja yang ceroboh.

Dullo Sampang; Belajar dari Kesalahan, Jangan Ulangi Kebodohan

Jika kita tidak ingin melihat lebih banyak Dullo-Dullo lain berakhir dalam situasi yang sama, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Bukan hanya oleh kreator konten, tetapi oleh semua pengguna media sosial.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar