Katamadura.com – Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura kini jadi sorotan akibat maraknya pencurian kendaraan dan pembegalan, termasuk aksi berbahaya seperti senar pancing.
Masalah ini semakin diperburuk dengan munculnya penanda lokasi “Akses Maling” di Google Maps, yang menunjukkan tingginya keresahan publik.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyatakan bahwa pengelolaan jembatan ada di tangan Pemerintah Pusat, namun pihaknya akan berkoordinasi untuk memperbaiki keamanan.
Meskipun anggaran pemeliharaan mencapai Rp40 miliar per tahun, angka ini masih kurang dari yang dibutuhkan, yakni Rp60 miliar.
Jika tak ada langkah konkret seperti patroli lebih intensif, pemasangan CCTV canggih, dan pemanfaatan teknologi, Jembatan Suramadu bisa berubah dari simbol kemajuan jadi zona rawan kriminal.